Gumpalan darah yang tersendat di ujung penamu
Hanya mengiba pada waktu
Memar di sekujur jiwamu yang haru
Dan tangis memerah di matamu
Dendam
Tak pernah usai
Begitulah katamu padaku
Mengadu
Cengeng. . .
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Gumpalan darah yang tersendat di ujung penamu
Hanya mengiba pada waktu
Memar di sekujur jiwamu yang haru
Dan tangis memerah di matamu
Dendam
Tak pernah usai
Begitulah katamu padaku
Mengadu
0 komentar:
Poskan Komentar