mataku masih memejam
pada sebuah malam
dengan bulan yang tak bergenap
bukan karena letih meraja
belajar membaca pertanda
pada kumpulan doa yang tercipta
kulukis engkau
saat pelangi jatuh di pelupuk matamu
jangan kau pejamkan, biarkan cahayanya berbisik
melumat malamku yang semakin pekat
walau tubuhku tak dapat mendengarnya
namun, palung hatiku merasa
sungguh
mencintaimu adalah saat gerimis menghujan
dalam balutan kemarau hidupku
kurona sebuah sajak
saat pendar bulan melagut di sudut langit rindu
tentang laut biru
tentang basuhan embun
menyepuh mentari pagi
ya, tentang esok hari
hingga aku terbangun
dengan sebuah kepastian untuk memintamu
Puisi Untuk sang Kekasih
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)






0 komentar:
Poskan Komentar