Beranda cakrawala terhampar
Gemulaikan rinai hujan
Yang menggelantung berselimutkan awan
Menggurat atmosfir dengan pelepah pelangi
Di timur sana
Telah melayang seorang ksatria penunggang angin
Kibaskan tongkatnya pada patahan-patahan aurora
Melalui lesung pipitnya ia melempar senyum
Dan berkata..
Siramlah tanah itu
Dengan sebutir air surga
Tak perlu kau cari hingga empat mata angin
Karena air itu ada di kakimu...
Di garis khatulistiwa
Kini ksatria itu turun..
Di antara gradasi batu di balik gua
Ia tiupseruling nuraninya
Lantas ia bergumam penuh cita..
Duhai sang penguasa keabadian
Izinkanlah kami mereguk surga kami
Agar semburat itu menjelma penuh
Menjadi tanah-tanah yang bertuan
Bukan tuan-tuan di atas tanah
SATRIA KHATULISTIWA
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)






0 komentar:
Poskan Komentar