BULAN


Saat yang ditunggu bulan adalah saat gerhana matahari datang.
Saat itu sinar matahari akan tertutup oleh bulan,
membuat bumi yang siang menjadi malam untuk sesaat.

Sesaat…
Itulah aku yang hadir dalam kehidupanmu…
Hanya sesaat…
Itulah arti diriku untukmu…
Tidak lebih dari itu…

Lili…
Akulah bulanmu…
Selalu setia memuja, mencintai dirimu…
Namun untukmu cintaku tidak berarti…

Aku tahu aku bukanlah matahari…
yang dapat memberi hangat di harimu…
Aku hanyalah bulan yang tak memiliki apa-apa…
Hanya sedikit cahaya redup yang dapat kuberi…

Bulan terkadang tidak muncul di gelapnya malam.
Saat itulah dinamakan bulan mati.
Begitu juga dengan aku, Li…
Terkadang aku rasa aku ingin mati.
Saat kau mulai mengacuhkan diriku.
Tapi aku malu pada bulan jika lakukan itu.
Bulan selalu dapat muncul kembali setelah mati.
Bulan selalu bersinar kembali,
meski bumi sering menutupnya dengan awan hitam.
Begitu juga jiwaku yang selalu kembali mencintaimu,
walau begitu dalam luka yang kau sayat di hatiku.
Cintaku selalu berkobar…
walau kau tak pedulikan lagi rasa yang ada ini.

Lili…
Biarkanlah aku menjadi bulanmu.
Hingga suatu saat…
mungkin meteor ataupun komet…
menghancurkan bulan yang tiada berguna ini…
dan bila itu terjadi…
aku mohon jangan kau teteskan air mata…
karena bulan ingin melihat bumi tersenyum…
di saat terakhir bulan masih ada.

0 komentar:

Create your own banner at mybannermaker.com!
Copy Kode ini untuk Blog kamu!

pengunjung Blog

IKLAN

Jualan


Masukkan Code ini K1-8B7411-3
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Chat Box

IKLAN